Manusia dan Kebudayaan
Ratna Ningrum
1 E A 3 3
15215680
S1 Manajemen Malem
Universitas Gundarama
2015
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan YME yang telah
memberikan segala nikmatnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Manusia dan Kebudayaan”.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata
Kuliah Imu Budaya Dasar dalam materi “Manusia
dan Kebudayaan” di Universitas
Gundarma Kampus J1 Kalimalang.
Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada
Tuhan YME, orangtua, guru dosen mata kuliah ilmu budaya dasar, teman-teman dan
berbagai pihak yang telah ikut membantu serta mendukung sehingga makalah ini
dapat terselesaikan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari sempurna dan masih dalam pembelajaran. Tapi, penulis harap makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis mohon maaf apabila terjadi kesalahan dalam
makalah ini.
Bekasi, Oktober
2015
Daftar Isi
Kata Pengantar.............................................................................................................2
Daftar isi......................................................................................................................3
Bab 1
Pendahuluan.......................................................................................................4
1.1. Latar
Belakang......................................................................................................4
1.2. Tujuan..................................................................................................................5
1.3.
Identifikasi Masalah...............................................................................................5
1.3.1. Rumusan Masalah.........................................................................................................5
1.3.2. Pembatasan Masalah.....................................................................................................5
1.3.3. Metode penulisan..........................................................................................................5
Bab 2 Landasan
Teori...................................................................................................................6
A.Manusia...................................................................................................................................6
B. Hakekat
Manusia.....................................................................................................................8
C.Kepribadian
bangsa
Timur......................................................................................................10
D. Pengertian
Kebudayaan.........................................................................................................13
E.Unsur-unsur
Kebudayaan.......................................................................................................15
F.Wujud
Kebudayaan.................................................................................................................16
G.Orientasi
Nilai
Kebudayaan....................................................................................................17
H.Perubahan
Kebudayan..........................................................................................................19
I. Kaitan
Manusia dan Kebudayaan...........................................................................................20
Bab 3 Analisis
Masalah..............................................................................................................21
Bab 4 Kesimpulan.....................................................................................................................22
4.1. Kesimpulan........................................................................................................................22
4.2. Saran.................................................................................................................................22
Daftar
Pustaka................................................................................................................23
Bab 1
Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Ilmu Budaya Dasar
adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan
pengertian umum tentang konsep-konsep yang diekembangkan untuk mengkaji
masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah Ilmu Budaya Dasar dikembangkan petama
kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari
istilah bahasa Inggris “the Humanities”.
Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan
nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya.
Hubungan yang erat antara manusia
(terutama masyarakat) dan kebudayaan telah lebih jauh diungkapkan oleh Melville
J. Herkovits dan bronislaw Malinowski, yang mengemukakan bahwa cultural
determinism berarti segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan
adanya oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu. (Soemardjan, Selo:
1964: 115). Kemudian Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang
superorganic. Karena kebudayaan berturun temurun dari generasi ke generasi
tetap hidup. Walaupun manusia yang menjadi anggota masyarakat sudah berganti
karena kelahiran dan kematian.
Budaya tercipta
atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi
yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh
akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara
hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi iniKebudayaan adalah produk manusia,
namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan
ada karena manusia yang menciptakannya dan
manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan
akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya.
Indonesia terkenal dengan keragaman
budayanya. Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan
karena di mana manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai
dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya. Manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu
sama lain dan melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan yang terus mereka
kembangankan dan kebiasaan-kebiasaan tersebut akan menjadi
kebudayaan. Setiap manusia juga memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, itu
disebabkan mereka memiliki pergaulan sendiri di wilayahnya sehingga manusia di
manapun memiliki kebudayaan yang berbeda masing-masing. Perbedaan kebudayaan
disebabkan karna perbedaan yang dimiliki seperti faktor internal faktor
eksternal yang terdapat dalam masing-masing kebudayaan yang dianut.
1.2 Tujuan
1. Mendeskripsikan
pengertian manusia
2. Mendeskripsikan
contoh kebudayaan yang dianut dalam kehidupan sehari-hari
3. Mendeskripsikan
wujud-wujud kebudayaan
4. Memberikan
pengetahuan kepada siswa/i tentang
sistem kebudayaan dan orientasinya
5. Menjelaskan
hakekat manusia dan hubungan antara manusia dengan kebudayaan
6. Mempaparkan
keterkaitan manusia dan budaya dan unsur-unsurnya
1.3 Identifikasi Masalah
1.3.1
Rumusan masalah
1. Apakah
itu Manusia dan bagaimana hakekat manusia dalam kehidupan?
2. Apakah
itu Kebudayaan?
3. Bagaimana
unsur-unsur, wujud, maupun orientasi suatu kebudayaan?
4. Apakah
hubungan antara manusia dengan kebudayaan mempunyai keterkaitan satu dengan
yang lainnya?
5. Adakah
sistem kebudayaan yang dapat merubah pola hidup manusia?
1.3.2
Pembatasan masalah
Manusia dipandang sebagai
kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem
yang dimiliki oleh manusia. Manusia adalah bagian dari sistem fisik yang saling
terkait satu sama lain dan kumpulan dari energi. Pada dasarnya hakekat manusia
yaitu manusia ciptaan tuhan sebagai satu kesatuan yang utuh, makhluk ciptaan
tuhan yang paling sempurna, makhluk biokultural, dan makhluk ciptaan tuhan yang
terkait dengan lingkungan. Kebudayaan merupakan segala sesuatu yang dihasil
oleh pikiran manusia dengan tujuan untuk melangsungkan dan mempertahankan hidup
dengan lingkungannya.
1.3.3
Metode Penulisan
Penulisan makalah ini
dibuat dengan metode kajian pustaka yang diperoleh dari buku-buku sumber.
Bab 2
Landasan Teori
A. Manusia
Manusia adalah makhluk biologis
yang tidak dapat berdiri sendiri dan makhluk berbudaya yang sering disebut homo
humanus. Ada dua pandangan yang merupakan unsur-unsur yang membangun manusia :
1. Manusia
itu merupakan makhluk yang saling terkait
yaitu :
a. Jasad
b. Hayat
c. Ruh
d. Nafs
2. Manusia
sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :
a. Id
merupakan kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak.
b. Ego
merupakan struktur kepribadian yang pertama kali terbentuk dari Id
c. Superego
merupakan kesatuan standar-standar moral dari ego yang mempunyai otoritas
didalam lingkungan.
B. Hakekat
Manusia
·
Manusia sebagai satu kesatuan yang utuh
·
Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan
yang paling sempurna dibandingkan makhluk lainnya.
Kesempurnaan manusia terbentuk dari
suatu perasaan, akal, dan kehendak dari jiwa. Dimana sebuah perasaan terbagi
menjadi beberapa jenis yaitu :
a. Perasaan
intelektual : perasaan yang berhubungan dengan pengetahuan
b. Perasaan
estetis : perasaan yang berhubungan dengan keindahan
c. Perasaan
diri : perasaan yang berhubungan tentang harga diri
d. Perasaan
sosial : perasaan yang berhubungan tentang sikap sosialiasasi terhadap
lingkungan sekitar
e. Perasaan
religius : perasaan yang berhubungan tentang keagamaan dan kepercayaan kepada
Tuhan
·
Manusia sebagai makhluk biokultural
Manusia
adalah makhluk hayati yang budayawi
·
Manusia sebagai makhluk yang terkait
terhadap lingkunga
Manusia
memiliki sebuah kuantitas dan kualitas untuk berkerja dan menghasilkan karya
C. Kebudayaan
Bangsa Timur
Menurut
Francis L.K.Hsu yaitu manusia masih memerlukan suatu daerah untuk memuaskan
suatu kebutuhan rohaniah yang bersifat fundamental dalam manusia. Konsep yang dapat dilandaskan untuk
mengembangkannya adalah Kebudayaan Cina yaitu manusia yang berjiwa selaras dan
manusia yang berkepribadian.
Masih
banyak orang yang mempersoalkan kebudayaan barat dengan kebudayaan timur.
Padahal konsep itu berasal dari Eropa Barat. Semua kebudayaan di luar Eropa
Barat disebut Kebudayaan Timur sebagai lawan dari kebudayaan Barat. Masih
banyak manusia yang menganggap bahwa kebudayaan timur lebih mementingkan
kerohanian, fisik, pikiran preologis, keramahtamahan dan gotong royong.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar